Selasa, 12 Juni 2012

Musim Gugur Terakhir di Manhattan - Resensi


Judul Buku      : Musim Gugur Terakhir di Manhattan
Penulis             : Julie Nava
Penerbit           : LPPH
Halaman          : -
Tahun Terbit    : Juni 2011
Harga Buku     : Rp. 49.500,-
Bahasa             : Indonesia
Genre / Jenis    : Romance
ISBN               : 978802885156-5


            Julie Nava adalah salah satu penulis yang cukup aktif di dunia kepenulisan, saat ini ia menerbitkan novelnya yang pertama dengan judul “Musim Gugur Terakhir di Manhattan”, buku ini mengisahkan cerita mengenai cinta yang di liputi dengan perbedaan agama, ras, suku, adat istiadat, dan bangsa sehingga memunculkan konflik yang rumit dengan pertautan perbedaan yang segnifikan dari dua insan yang ingin menyatukan tali kasih.
            Dalam buku ini tercermin sekali bahwa “Julie Nava” sangat cermat dalam memantau kehidupan untuk menggarap karyanya dimana buku ini mengisahkan konflik yang bisa disebut sering terjadi di kehidupan masyarakat yaitu pernikahan berbeda agama yang di awali dengan mengalahnya salah satu pihak dengan cara membohongi pihak lain agar cinta mereka dapat bersatu, namun seiring berjalannya waktu antara satu dengan yang lainnya akhirnya tidak dapat menutupi kembali kebohongannya dan kembali pada kepercayaannya masing-masing dari situlah konflik yang besar muncul.
Disini penulis MGTM menulisnya  dengan konflik yang semakin luas dengan adanya perbedaan ras, adat istiadat atau kebiasaan dan perbedaan kebangsaan yang memang sering terjadi di sekitar kita. Tujuan penulis menggarap buku MGTM ini adalah agar seseorang sadar sebelum menyesal bahwa sampai kapanpun pernikahan yang berbeda agama dan pernikahan yang di landasi dengan kebohongan tidak akan pernah berakhir baik, namun kita tak dapat memungkiri masih saja selalu ada kegelapan yang membuat seseorang bagai daun, terombang-ambing oleh angin kekhilafan sesaat karna di butakan atas nama cinta  kemudian menyesali kekhilafan yang telah terjadi.
            Semoga saja tujuan dan pesan yang tertulis dalam buku MTGM  tersampaikan dengan baik kepada si pembaca, karna kita sebagai umat harus saling mengingatkan seperti halnya penulis menuliskan pesan yang berarti dalam buku ini yang menjadikan buku ini sebagai buku yang yang sangat layak untuk dibaca dengan melihat semua konflik yang terjadi kemudian apa yang tokoh dalam buku ini alami dijadikan sebagai nilai positif dengan mengambil makna kebaikan yang ada, karna tidak menutup kemungkinan sesuatu yang baik itu lahir dari sesuatu yang hina, maka dengan mengambil pengalaman tokoh dalam buku ini dapat menjadikan kita dapat mengambil berbagai ilmu tentang kehidupan.
Demikian saya persembahkan Kutipan Cerita dan  Sinopsis Buku “Musim Gugur Terakhir di Manhattan (MGTM)”agar anda bisa menggambarkan serta menilai bahwa betapa buku ini patut menjadi milik anda dan wajib ada di genggaman anda saat ini :
Ketika hati berada di persimpangan antara cinta dan kesadaran terhadap Pencipta, saat itulah hati berada dalam titik ujian yang tinggi. Setiap jiwa, seberapapun gelapnya, akan sulit untuk memungkiri eksistensi cinta yang lebih tinggi. Cinta yang dipuja oleh Anthony Luizzo, lelaki Italia yang setia dengan tradisi sejak masa kecilnya. Cinta yang akrab dengan Rosie, perempuan metropolis yang tetap menginginkan kehadiran seorang lelaki sebagai imam baginya. Cinta yang dirindukan oleh Marco Luizzo, petualang yang mulai letih dengan segala macam bahasa nafsu. Dan cinta sederhana dari Aurora diBartolomeo, perempuan lembut yang hanya mengharap uluran cinta pada suaminya bersambut.
Rosie, yang trauma karena ditinggalkan oleh calon suaminya tepat di saat pernikahan mereka, akhirnya tidak tahan dengan desakan dari lingkungannya untuk segera menikah. Tanpa berpikir panjang, dia menerima pinangan Anthony Luizzo, berakhir sukses yang semula hendak dimanfaatkannya sebagai pelengkap statusnya semata. Dan Rosie tak pernah menduga, lelaki yang menawan itu juga menyimpan niat hitam yang siap membuat hidup Rosie ibarat daun yang terjerat pusaran ganas. Belum lagi kehadiran Marco, yang selalu berusaha menggoyahkan hati Rosie setiap kali ada kesempatan.
Namun cinta bisa tumbuh di mana saja, bahkan dalam jiwa yang paling kering dan kelam sekalipun. Dan cinta yang terlanjur tumbuh, sangat menyakitkan ketika harus tercerabut. Anthony dan Rosie harus berjuang keras untuk memenangkan kembali cinta mereka. Hingga sampai di titik dimana keduanya harus memutuskan: merengkuhnya atau menguburnya.
***
Rosie               : “Bisakah kita berhenti bermain-main seperti ini? Kau tidak pernah benar-benar ingin menjadi muslim. Kau hanya melakukannya supaya kau bisa menikahiku dan memenuhi obsesimu tentang sebuah keluarga yang sempurna.”
Anthony           :“Apakah itu salah? Justru saat ini aku berusaha untuk jujur kepadamu. Aku memang menginginkanmu untuk mengerti duniaku, memahami bahwa aku berbeda denganmu. Kau benar, hatiku memang bukan di masjid. Hatiku ada di gereja. Tetapi apakah itu harus menghalangiku untuk mencintaimu? Dan apakah itu harus menghalangimu untuk bersamaku?”
Rosie               :“Kau terlarang untukku! Tidakkah kau mengerti itu?”

Anthony           :“Setidaknya aku sudah berusaha untuk mengerti duniamu. Mengapa kau tak mau memahami duniaku barang sebentar? Atau kau lebih suka aku tetap berpura-pura di hadapanmu daripada melihatku jujur apa adanya?”
Rosie               :“Kau terlarang untukku! Tidakkah kau mengerti itu?”
Kutipan kalimat yang terlontar dari rosie ini menerangkan betapa menyesalnya rosie atas kejadian yang terjadi padahal dia mengetahui apa yang seharusnya, namun apa mau di kata nasi telah menjadi bubur dia harus mengalami kekecewaan….. Apakah kekecewaannya akan terbayar dengan kesabaran rosie yang tetap bertawakal dan percaya pada agamanyayang berakhir bahagia?, atau semuanya akan berakhir dengan kepercayaan mereka masing-masing?, Atau justru rosie yang mengalah dengan mempercayai agama suaminya?, masih mungkinkah terjadi kebesaran yang bisa menyatukan mereka dengan jalan keluar yang tebaik untuk keduanya? Marilah turut serta untuk berimaji masuk kedalam cerita novel ini agar anda memahami bahwa setiap manusia telah di berikan permasalahannya masing-masing atas kemampuannya karna Allah swt Maha Penyayang lagi Maha Mengetahui.
Inilah cuplikan dari novel pertama Julie Nava “Musim Gugur Terakhir di Manhattan” Novel ini mengambil setting di Indonesia, Chicago, Manhattan, dan Boston. yang diterbitkan oleh penerbit Lingkar Pena Publishing House (LPPH) pada Juni 2011. Kisah yang diangkat adalah kisah cinta antara Rosie dengan Anthony yang berbeda budaya serta agama. Namun di dalamnya, kita tidak hanya membaca tentang sebuah kisah cinta biasa. Ada kisah bagaimana liku-liku pernikahan beda budaya dan beda bangsa, persiapan apa saja yang perlu diperhatikan saat hendak menikah dengan orang asing, bagaimana mengkomunikasikan cinta, dan bagaimana menjembatani banyak perbedaan yang terjadi.
Novel ini dapat dibeli di toko buku terkemuka di setiap kota (Gramedia atau GramediaOnline), Mizan Publishing, atau pesan melalui Lingkar Pena Publishing House (LPPH) - Jl. Jagakarsa No. 40, Jagakarsa – Jaksel, telp 021-78882079.(”Dikutip dari Blog penulis Julie nava”) 
Kesempurnaan hanya milik Allah swt dan kekurangan adalah milik kita semua ambilah segala nilai positif yang ada, penulis sangat menanti kritik dan saran anda yang membangun untuk dapat saling mengingatkan dalam hal kebaikan dengan membaca buku ini. Semoga bermanfaat ^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar